Soal-Soal Preblematika Pendidikan

  1. Pendekatan pentahapan ada dua macam yaitu yang bersifat menyeluruh dan bersifat khusus. Yang menyeluruh akan mencakup segala aspek perkembangan sebagai factor yang diperhitungkan dalam menyusun tahap-tahap perkembangan. Sedangkan yang bersifat khusus hanya mempertimbang factor tertentu saja sebagai dasar menyusun tahap-tahap perkembangan anak, misalnya pentahapan Piaget, Koglberg, dan Erikson.

Menurut Crijns (tt) periode atau tahap perkembangan manusia secara umum adalah sebagai berikut?

  1. Umur 0 – 2 tahun disebut masa bayi. Pada masa ini, si bayi sebagian besar memanfaatkan hidupnya untuk tidur, memandang, mendengarkan, kemudian belajar merangkak, dan berbicara.
  2. Umur 2 – 4 tahun disebut masa kanak-kanak. Pada masa ini anak sudah mulai bisa berjalan menyebut beberapa nama, melihat struktur, permainan-permainan mereka bersifat fantasi, masih suka menghayal sebab belum sadar akan lingkungannya. Mereka mengalami masa egosentris, sebab menurut anak ini semua orang dan benda-benda lain disekelilingnya adalah untuk kepentingan dirinya. Masa krisis kemudian muncul ketika ia telah sadar bahwa bukan semua itu untuk dirinya. Maka krisis kemudian muncul ketika ia telah sadar bahwa bukan semua itu untuk dirinya, tetapi ia tetap tidak mengerti apa pungsi berbeda-beda dan orang itu membuat anak ini bingung dan ragu-ragu.
  3. Umur 5 – 8 tahun disebut masa dongeng, anak-anak pada masa ini sudah mulai sadar akan dirinya sebagai seorang yang mempunyai kedudukan tersendiri seperti halnya dengan orang-orang lain. Mereka mulai bisa bermain-bersama dan melakukan tindakan-tindakan yang konstruktif. Kesadaran akan lingkungan dan sesungguhnya mulai muncul. Namun objek tipitas ini masih dipengaruhi oleh subjektipitasnya sendiri sehing ia atau mereka suka pada dongeng-dongeng.
  4. Umur 9 – 13 tahun disebut masa Robinson Crusoe (nama seorang petualang). Dalam masa ini mulai berkembang pemikiran kritis, napsu persaingan, minat-minat, dan bakat. Mereka ingin mengetahui segala sesuatu secara mendalam, suka bertanya, dan menyelidiki. Hidup mereka berkelompok-kelompok, anak laki-laki terpisah dengan anak-anak perempuan. Mereka memainkan peranan-peranan nyata seperti yang mereka lihat dimasyarakat. Maka mereka dijuluki masa kejam.
  5. Umur 13 tahun disebut masa pubertas pendahuluan. Misalnya anak-anak ini tertuju pada dirinya sendiri, mereka mulai belajar bersolek, suka menyendiri, suka melamun, dan segan olahraga. Mereka gelisah, cepat tersinggung, suka marah-marah, keras kepala, acuh tak acuh, dan senang bermusuhan. Terhadap jenis kelamin lain mereka ingin sama-sama tahu, tetapi masih canggung.
  1. Umum 14 – 18 tahun disebut masa puber. Mereka kini mulai sadar akan pribadinya sebagai seorang yang bertanggung jawab. Mereka sadar akan hak segala kehidupan dalam lingkungannya. Mereka mulai tahu bahwa setiap orang punya arah dan jalan hidup sendiri-sendiri. Lalu mereka mulai mengoreksi diri sendiri, seperti mengapa dia ada dan apa hubungannya dengan dunia ini, tetapi sering diakhiri dengan kegelisahan, kesedihan, dan kadang-kadang putus asa. Mereka takut dicampuri oleh orang dewasa, ia hanya berhubungan dengan teman-teman seperasaan. Mereka menemui nilai-nilai hidup itu, tetapi mereka juga cepat beralih kenilai-nilai hidup yang lain. Ini merupakan periode pembentukan cita.
  2. Umur 19 – 21 tahun disebut masa adolesen. Anak-anak pada masa ini mulai menemui keseimbangan, mereka sudah punya rencana hidup tertentu dengan nilai-nilai yang sudah dipastikannya. Namun mereka belum berpengalaman, maka timbula sikap radikal, ingin menolak, mencelah, dan merombak hal-hal yang tidak disetujuinya dalam politik, agama, sosial, kesenian, dan sebagainya.
  3. Umur 21 tahun keatas disebut masa dewasa. Pada masa ini remaja mulai insaf bahwa pekerjaan manusia tidak muda dan selalu ada cacatnya. Mereka mulai berhati-hati.
  1. Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya pada orang lain.

Jelaskan prinsip belajar menurut Gagne (1979) sebagai berikut ?

  • Kontiguitas, memberikan situasi atau materi yang mirip dengan harapan pendidikan tentang respon anak yang diharapkan, beberapa kali secara berturut-turut.
  • Pengulangan, situasi dan respon anak diulang-ulang atau dipraktekkan agar belajar lebih sempurna dan lebih lama diingat.
  • Penguatan, respon yang benar misalnya diberi hadia untuk mempertahankan dan menguatkan respon itu.
  • Motivasi positif dan percaya diri dalam belajar
  • Tersedia materi-materi pelajaran yang lengkap untuk memancing aktivitas anak-anak
  • Ada upaya membangkitkan keterampilan intelektual untuk belajar, seperti apersepsi dalam mengajar
  • Ada strategi yang tepat untuk mengaktifkan anak-anak dalam belajar
  • Aspek-aspekjiwa anak harus dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam pengajaran.
  1. Teori belajar klasik yang terakhir adaalah Apersepsi. Teori ini berasal dari psikologi Struktur Ciptaan Herbart. Sebab itu ia dinamai pula Herbatisme. Psikologi ini memandang bahwa jiwa manusia merupakan suatu struktur. Struktur ini bisa berubah dan bertambah manakala orang bersangkutan belajar. Pertambahan ini didapat melalui asosiasi antara struktur yang sudah ada dengan hal-hal yang dipelajari. Berarti belajar adalah memperbanyak asosiasi-asosiasi sehingga membentuk struktur baru dalam jiwa anak. Atau disebut juga belajar adalah membentuk masa apersepsi semakin banyak belajar semakin banyak terbentuk struktur baru atau semakin banyak masa apersepsinya.

Sebutkan langkah-langkah belajar menurut Herbart:?

  • Pendidikan harus mengadakan persiapan-persiapan dengan cermat.
  • Pendidikan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga anak-anak merasa jelas memahami pelajaran itu, yang memudahkan asosiasi-asosiasi baru terbentuk.
  • Asosiasi-asosiasi baru terbentuk antara materi yang dipelajari dengan struktur jiwa atau apersepsi anak yang telah ada.
  • Mengadakan generalisasi, pada saat ini terbentuklah suatu struktur baru dalam jiwa anak.
  • Mengaplikasikan pengetahuan yang baru didapat agar struktur terbentuk semakin kuat.
  1. Ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan. Pendekatan Pentahapan, Pendekatan diferensial, Pendekatan Ipsatif. Dari ketiga pendekatan ini yang paling banyak dilaksanakan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan Pentahapan ada dua macam yaitu bersifat menyeluruh dan bersifat khusus. Yang menyeluruh akan mencakup segala asfek perkembangan sebagai faktor yang diperhitungkan dalam menyusun tahap-tahap perkembangan. Sedangkan yang bersipat khusus hanya mementingkan faktor tertentu saja sebagai dasar menyusun tahap-tahap perkembangan anak. Misalnya pentahapan menurut Piaget, Koglberg, dan Erikson.

Kemukakan pendekatan pentahapan menurut Piaget, Koglberg, dan Erikson?

  1. Pentahapan menurut Piaget, ada empat tingkat perkembangan
    1. Periode sensorimotor pada umur 0 – 2 tahun

Kemapuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks. Rekasi intelektual hampir seluruhnya karena rangsangan langsung dari alat-alat indera. Punya kebiasaan memukul-mukul dan bermain-main dengan permainannya, Mulai dapat menyebutkan nama-nama objek tertentu.

  1. Periode praoperasional pada umur 2 – 7 tahun

Perkembangan bahasa anak ini sangat pesat. Peranan intuisi dalam memutuskan sesuatu masih besar, menyimpulkan hanya berdasarkan sebagian kecil yang diketahui. Analisis rasional belum berjalan.

  1. Periode operasi konkret umur 7 – 11 tahun

Mereka sudah mulai berpikir logis, sistematis, dan memecahkan masalah yang bersifat konkret. Mereka sudah mampu mengerjakan penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

  1. Periode operasi formal pada umur 11 – 15 tahun

Anak-anak ini sudah dapat berpikir logis terhadap masalah baik yang konkrid maupun yang abstrak. Dapaat membentuk ide-ide dan masa depannya secara realistis.

Teori perkembangan Piaget ini bermanfaat bagi pendidikan dalam mengorganisasi materi pelajaran dan proses belajar terutama yang berkaitan dengan upaya mengembangkan kognisi anak-anak.

  1. Koglberg mengembangkan teori moral kognisi atas dasat teori Piaget, menurut Koglberg ada tiga tingkat perkembangan moral kognisi, masing-masing tingkatan ada dua tahapan.

1.  Tingkat Prekonvensional

    • Tahan orientasi kepatuhan dan hukuman, seperti kebaikan, keburukan, ditentukan oleh orang itu dihukum atau tidak.
    • Tahan orientasi egois yang naif, seperti tindakan yang betul ialah yang memuaskan kebutuhan seseorang.
  1. Tingkat Konvensional
  • Tahap Orientasi anak baik, seperti prilaku yang baik ialah bila disenangi orang lain.
  • Tahap orientasi mempertahankan peraturan dan norma sosial, seperti prilaku yang baik ialah yang sesuai dengan harapan keluarga, kelompok, atau bangsa.
  1. Tingkat Post-Konvensional
  • Tahap orientasi kontak sosial yang legal, seperti tindakan yang betul ialah yang mengikuti standar masyarakat dan mengkonsruksi aturan baru.
  • Tahap Orientasi prinsip etika universal, seperti tindakan yang betul ilah melatih kesadaran mengikuti keadilan dan kebenaran universal
  1. Erikson mengatakan perkembangan terdiri atas delapan tahap.
    1. Bersahabat vs menolah pada umur 0 – 1 tahun
    2. Otonomi vs malu dan ragu-ragu pada umur 3 – 5 tahun
    3. Inisiatif vs perasaan bersalah pada umur 3 – 5 tahun
    4. Perasaan produktif vs rendah diri pada umur 6 – 11 tahun
    5. Identitas diri vs kebingungan pada umur 12 – 18 tahun
    6. intim vs mengisolasi diri pada umu 19 – 25 tahun
    7. Generasi vs kesenangan pribadi pada umur 25 45 tahun
    8. Integritas vs putus asa pada umur 45 tahun ke atas
  1. Ada sejumlah teori relajar yang dibuat secara sistematik salah satu ádalah teori relajar Modern yang termasuk teori belajar kognisi. Uraikan teori belajar Kognisi yang dimaksud?.

Teori belajar Kognisi menekankan pada cara individu mengorganisasikan apa yang telah ia alami dan pelajari, ini merupakan kunci untuk memahami tingla laku seseorang juga merukan alat ukur berpikir dan memecahkan masalah, keterampilan berpikir, menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, lebih mudah dipakai memecahkan masalah. Teori belajar Kognisi bermakna penting untuk untuk belajar dan mengingat.

  1. Sejumlah konsep psikologi sosial yang sebagian diambil dari tulisan Freedman. Ada kecenderungan umum bahwa orang-orang membentuk kesan tentang orang lain dalam pertemuan sekejap saja. Melihat orang atau gambarannya, seseorang cenderung membuat keputusan tentang sejumlah karakteristik orang bersangkutan. Dia menafsirkan inteligensi, umur, latar belakang, ras, agama, tingkat pendidikan, kejujuran, kehangatan, dan sebagainya. Dia juga kadang-kadang menyatakan perasaan senang atau tidak senang pada orang lain.

Jelaskan pembentukan kesa pertama terhadap orang lain?

  1. Kepribadian orang itu. Mungkin kita telah mendengar tentang orang itu sebelumnya, atau cerita-cerita yang mirip dengan orang itu, terutama tentang kepribadiannya.
  2. Prilaku orang itu. Ketika melihat prilaku orang itu setelah berhadapan, maka kita hubungkan dengan cerita-cerita yang pernah didengar.
  3. Latar belakang situasi. Kedua data diatas kemudian dikaitkan dengan situasi pada waktu itu. Maka dari kombinasi ketiga data ini akan keluarlah kesan pertama tentang orang itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: